Tuesday, 5 May 2020

NEW CHANNEL


Free Icons Png - Subscribe Youtube Channel Png | Transparent PNG ...



Tidak terasa sudah lama nggak update resep disini, dua tahun yaakk ... kayak baru kemarin aja . Bukan karena kehabisan ide atau topik, tapi ada banyak hal sih, diantaranya ya mager alias malas gerak ... he he he. Jujur ya, walau bagaimana pun saya tidak akan pernah bisa go away meninggalkan dunia jari-jari atau tulis menulis. Apalagi sekarang, saat wabah COVID -19 merajalela dan mengakibatkan tim mager dan kaum rebahan menjadi manusia yang berguna bagi sesama ... LoL.

Sebenarnya sudah lama ingin membuat channel memasak, jadi bukan sekedar resep aja. Dan baru kali ini kesampaian. Hanya satu kata, menyenangkan. Diantara banyak keribetan ini itu dalam membuat akun channel dan proses pembuatan videonya. Ada banyak hal yang harus saya pelajari dan harus saya mengerti.  Terutama aturan mainnya, dari tools sampai makhluk-makhluk yang gentayangan disana ... he he he. Asal tahu aja, ternyata Youtube lebih extrem daripada Instagram. Dimana-mana, saya mah slow ajaahh ... senyumin aja kalau ada makhluk yang nyleneh ... ora gagas ora urus, ora pathek en ... LoL. Nggak heran kalau ada chefgram yang galak atau ogah punya channel youtube.  

Lepas dari semua itu, saya hanya ingin share pengalaman dan keseruan belajar memasak. Kalaupun ada perbedaan dalam hal mengolah ataupun memakai alat, itulah seninya memasak. Yang penting adalah kita happy. Nggak perlu serius-serius sampai mengulik bahan atau proses pembuatan makanan sampai segitu juga, sekolah kagak, ahli juga bukan tapi gaya udah kayak profesor aja ... he he he.   Asal mau terus belajar , bertanya dan mencoba, lama-lama juga akan lihay menemukan sendiri jalannya.

Masih jauh dari kata bagus karena saya newbie di youtube. Resep-resep yang pernah saya upload disini juga akan saya rebake atau recook, plus resep baru, resep singkat tapi nggak ngaco ... he he he. Masih dalam format video text, karena suara saya seperti knalpot berisik, malu sayaa ... LoL. Ke depannya mungkin juga akan ada konten kuliner, jalan-jalan sambil jajan, Inshaallah setelah pandemik COVID-19 enyah dari muka bumi.

Silahkan langsung klik  https://www.youtube.com/channel/UCSBN4j1Ces7Sk90D5xczqWw . Atau search di www.youtube.com/ Mille Channel.  Semoga bermanfaat yaa ....


HAPPY COOKING DAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA


Thursday, 8 February 2018

OMAH SEMUT ( MASH MODIFIED CASSAVA STEAMED )



Resep yang akan saya share kali ini adalah Omah Semut, Endog Semut alias Thiwul Manis. Sedikit cerita ya, di jaman penjajahan dulu, kata Nenek saya, nasi itu termasuk makanan yang mewah. Rakyat kecil cuma bisa menikmati makanan dari tumbuh-tumbuhan lainnya seperti sorghum, talas, jagung, singkong dan yang lainnya. Thiwul adalah salah satunya. Bahan utamanya berasal dari singkong yang dikeringkan ( gaplek ) dan ditumbuk hingga menjadi tepung. Karena itulah dijaman dulu thiwul identik dengan kemelaratan dan kemiskinan. 

Makanan yang dijaman dulu karena keadaan terpaksa dimakan, sekarang menjadi makanan yang banyak dicari dan menjadi makanan favorit. Penduduk di daerah Pegunungan Seribu seperti Pacitan, Wonogiri, Pracimantoro dan Gunung Kidul, masih dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari. Tapi tidak semuanya sih, hanya beberapa aja yang masih makan makanan berbahan dasar singkong ini. Maklum, manusia jaman now, malu kali kalau masih makan Thiwul. Nggak salah juga sih karena penjajahan sudah dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Karena sudah jadi horang kayah, makanan jaman penjajahan juga perlu dihempaskan. Kalau saya, apa aja asal halal, sikaat Cuyy ... he he he. 

Kembali ke dunia gaplek. Thiwul ini bisa dimasak manis atau dimasak gurih. Sebagai pengganti nasi atau untuk jajanan pasar. Di Solo, banyak juga yang jualan Thiwul, kebanyakan sih untuk jajanan pasar seperti endog semut, thiwul ayu dan campuran lenjongan. Di daerah Gunung Kidul, nasi thiwul dinikmati dengan masakan pelengkap seperti sayur tahu tempe pedas atau sambel goreng ndeso, sayur dari daun singkong, oseng-oseng tempe pedas dan ikan tongkol. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Nasi tiwul kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras putih biasa dan juga bebas gluten alias gluten free. Cocok untuk penderita maag, diabetes, autoimun dan darah tinggi. 

Saat ini, banyak diproduksi Thiwul instan dengan berbagai rasa. Ada rasa coklat, gula jawa, pandan dan strawberry. Cara membuatnya pun lebih mudah, hanya mencampurnya dengan air lalu kemudian dikukus, jadi deh. Saya banget tuh, kalau malesnya kumat ... LoL. Tapi bagi yang sudah merasakan Thiwul  original, sudah pasti lebih enak yang memakai cara lama. Untuk jualan, usaha bisnis aneka tiwul tradisional juga lebih ekonomis dan murah. Karena pernah diajari ilmu pergaplek-an dan jaminan rasa juga endol markendol, meski bikin jari tangan agak-agak pegel, saya share yaa resepnya Bukibuk ... 

BAHAN :
- 500 gram tepung gaplek atau tepung tapioka (tepung cassava)
- 200 ml air santan
- 2 lembar daun pandan
- 100 gram gula merah, sisir 
- 1 sendok teh garam

Bahan taburan :
- 250 gram kelapa muda parut sunggar atau panjang
- ½ sendok teh garam
Campurkan kedua bahan diatas lalu kukus selama 10 menit

Cara membuat :
- Masukkan tepung gaplek didalam wadah, perciki dengan air sedikit demi sedikit sambil diremas-remas hingga adonan berbutir seperti pasir, lakukan sampai semua adonan bergerindil.
- Campurkan garam dan gula jawa sisir sampai tercampur rata
- Masukkan adonan ke dalam dandang yang telah dipanaskan dan dialasi dengan plastik atau daun pisang, kukus ± selama 30 - 45 menit, angkat.
- Sajikan tiwul bersama kelapa parut.


HAPPY COOKING ... BON APPETIT



# NOTES :
- Gula jawa bisa diganti dengan gula palem dan bisa ditambahkan sesuai selera
- Kelapa parut bisa disajikan secara segar atau tidak dikukus lebih dahulu
- Selama proses mengukus, setelah 20 menit, aduk balik adonan Thiwul agar matang secara merata
- Resep yang ada diatas adalah resep tiwul yang rasanya manis, untuk jajanan. Kalau ingin menyajikannya dengan sayur atau tiwul yang tidak manis, jangan tambahkan gula.
- Cara membuat tepung gaplek : kupas singkong kemudian cuci sampai bersih lalu potong dengan ukurannya besar / lebar. Untuk mempercepat proses pengeringan potong singkong tipis-tipis. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Tumbuk, giling atau blender gaplek hingga menjadi tepung.



Wednesday, 17 January 2018

KETAN BUBUK JURUH ( STICKY RICE SOYBEAN POWDER CARAMELS )


Di Solo, makanan ini sangat legend, dari dulu sampai sekarang tidak berkurang penggemarnya dan tersedia di setiap sudut kota terutama di pagi hari. Bukan Wong Solo namanya, kalau belum pernah makan makanan ini ... he he he. Daerah lain pastinya juga ada ya, yang namanya ketan ini, cuma beda bahan pendamping, cara mengolah dan menyajikan. Ada ketan sarikaya, ketan uli, kue dange dan masih banyak lagi. 

Ketan bubuk juruh Solo adalah beras ketan putih yang dikukus, lalu disajikan dengan cara ditaburi parutan kelapa, ditaburi bubuk kedelai dan siraman juruh atau sirup gula Jawa kental. Ketan bubuk disukai karena rasanya yang sangat mantap, yaitu pulennya ketan dipadukan dengan manisnya sirup gula jawa dan gurihnya bubuk kedelai. Ada juga yang memadukan ketan bubuk juruh ini dengan bubur lemu atau bubur beras. Sangat sederhana, tetapi rasanya uenak e pol, campuran gurih, manis dan legit yang mantap surantap ... LoL. 

Bahan dasar yang dipergunakan juga sangat simpel, beras ketan, kelapa, gula jawa dan kedelai. Meskipun banyak dijual di pasar tradisional dan toko kue, nggak ada salahnya kalau kita membuatnya sendiri dirumah yang tentunya lebih hemat dan sehat. Cara membuatnya juga gampang kok. Saya sengaja tidak memakai metode yang sering digunakan pada umumnya, yaitu mengukus ketan terlebih dahulu, lalu dimasak dengan santan mendidih dan setelah itu baru dikukus lagi. Kalau menurut saya sih tiga kali kerja ya, lagi pula karakter beras di setiap daerah berbeda-beda. Kalau berasnya doyan air hasil akhirnya jadi lembek dan nggak pulen. Lebih mudah seperti cara menanak nasi kuning. Beras rendaman dimasak bersama santan yang mendidih, setelah matang diamkan sejenak agar tanak atau santan meresap dengan rata, kemudian dikukus hingga matang. Bagaimana cara memasaknya, monggo kerso panjenengan nggih mbak-mbak, buk-ibuk ... yang penting hasilnya pulen dan enak. 


Bahan – bahan:
- 400 gram beras ketan, bersihkan lalu rendam dengan air selama 2 jam
- 400 ml santan kelapa yang diperoleh dari 1/2 butir kelapa parut
- ½ sendok makan garam dapur
- 2 lembar daun pandan, simpulkan


Cara membuat :
- Masak santan bersama garam dan daun pandan, hingga mendidih
- Masukkan beras ketan sedikit demi sedikit, aduk hingga air meresap dan kesat
- Diamkan selama ½ jam
- Kukus ketan hingga matang ± selama 30-45 menit


Bahan pelengkap;
- 250 gram kelapa, parut sunggar atau memanjang, campur dengan ½ sendok teh garam
- 250 gram gula jawa, iris halus, campurkan dengan ½ gelas air, masak hingga cair dan kental
- 250 gram kedelai, sangrai hingga terasa harumnya, campur dengan 1 sendok teh gula pasir, 5 lembar daun jeruk purut yang diiris halus dan 2 sendok teh garam dapur, blender sampai menjadi bubuk


Cara menyajikan :
- Cetak ketan kedalam mangkuk bulat ( menurut selera ), pipihkan, taburkan kelapa parut diatasnya, bubuk kedelai dan siram sirup gula jawa dengan cara memutar
- Ketan bubuk juruh siap disajikan



HAPPY COOKING


NOTES :

# Untuk mendapatkan ketan yang pulen, perhatikan kadar air rebusan santan. Apabila beras ketan sudah setengah matang dan air terlihat banyak, segera kurangi air diatasnya. Apabila beras ketan masih keras dan air sudah menyusut atau kesat, tambahkan santan sedikit demi sedikit hingga mendapatkan tekstur beras yang setengah matang, tidak keras dan tidak lunak.





Wednesday, 10 January 2018

BUBUR MANADO ( MANADONESE PORRIDGE )


Sebenarnya sudah lama ingin mem-posting resep, cancel melulu karena banyaknya hal yang perlu diselesaikan. Maklum-lah kalau single, susah senang, sehat sakit, lompat sana lompat sini, kemana-mana juga mesti fight sendirian, derita gue ... Hiks. Btw, tentang makanan khas Sulawesi Utara ini, dulu, seringnya nitip bapak saya kalau pulang main tenis di stadion Manahan. Setahu saya di Solo cuma di tempat itu yang jual, Rp. 6000 sudah mendapatkan bubur Manado beserta perangkatnya, ikan asin dan sambal. Karena bapak saya sudah pensiun main tenis, jadi saya mesti belajar bikin sendiri. Rasanya nggak beda jauh sih, soalnya ada Ibu saya yang jadi guide-nya. Dulu sewaktu masih sekolah masak, sering praktek memasak makanan daerah, termasuk Tinutuan. 

Lanjut ke Tinutuan alias bubur Manado. Bubur manado sendiri adalah salah satu makanan alternatif untuk semua kalangan, baik dari kalangan anak – anak hingga orang dewasa. Bubur Manado mirip dengan bubur nasi pada umumnya, bedanya bubur Manado memiliki campuran dari sayur-sayuran menyehatkan yang mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi. Juga dari segi rasa, warna yang agak kekuningan serta bahan sayuran-sayuran seperti labu kuning, kangkung, bayam, kemangi, jagung, singkong dan ubi yang tercampur aduk dalam proses pengolahannya. Bubur Manado biasanya juga dihidangkan dengan ikan jambal asin dan sambal. Itu yang membuat bubur Manado ini terlihat unik dan tentu saja rasanya pun pasti maknyus.

Proses pembuatan bubur Manado ini secara umum tidak sulit bahkan tergolong mudah dan praktis. Entah itu secara tradisional atau menggunakan rice cooker. Tinggal cemplang-cemplung aja, walaupun agak lumayan pegel karena tangan mesti ngaduk terus, printilannya juga banyak dan mesti sabar nungguin si bubur matang.

Dari informasi yang bertebaran di Google, umumnya bubur Manado yang original, menggunakan sayuran khas Manado yaitu daun gedi. Tapi karena tanaman gedi di Solo tidak ada yang jual, maka bahan ini saya skip dari resep. Yang saya lihat dan baca di Wikipedia, tanaman gedi memiliki tampilan seperti pohon singkong, tinggi, beruas dan memiliki daun yang menjari. Gedi masih satu keluarga dengan kembang sepatu, kapas dan okra sehingga tak heran daunnya mengandung lendir sebagaimana halnya tanaman di dalam keluarga yang sama. Nah di bubur Manado, daun ini membuat tekstur bubur menjadi kental dan terasa lebih gurih. Hmm ... rasane koyo opo yo ? Lupakan daun Gedi, semoga besok-besok ada yang bisa dititipin ... LoL. Saya share resepnya ya, Bukibuk ...

Bahan:
- 130 gram beras ( 1 gelas takar kecil ) 
- 1 ½ liter air kaldu ayam
- 2 buah jagung manis dipipil
- 1 batang singkong atau ubi kayu, sekitar 300 gram, potong dadu
- 1 buah ubi kuning, potong dadu 
- 400 gram atau 1 buah labu kuning kecil, kukus dan lumatkan dengan garpu
- 1 ikat kangkung, potong kecil-kecil
- 1 ikat kecil daun bayam, potong kecil-kecil
- 2 batang daun bawang, iris halus 
- 3 ikat atau 1 mangkuk daun kemangi, ambil daun dan pucuk mudanya saja 

Bumbu: 
- 5 siung bawang putih, cincang halus
- 2 sendok teh merica bubuk
- 5 batang serai, ambil bagian putihnya saja dan memarkan
- 1 sendok makan garam
- 2 sendok makan gula pasir
- 2 lembar daun salam
- 1 sendok makan minyak untuk menumis


Cara Membuat :
- Masukkan minyak, tumis bawang putih cincang hingga harum
- Tambahkan air kaldu ayam, serai yang sudah dimemarkan dan daun salam, didihkan sampai beras melunak
- Masukkan jagung manis pipil, singkong, ubi dan labu kuning, aduk.
- Masak hingga jagung, singkong, ubi dan labu kuning melunak serta beras sudah mulai menjadi bubur.
- Masukkan daun bayam, daun kangkung dan daun kemangi, masak hingga sayuran layu.
- Masukkan garam dan gula pasir, aduk terus hingga merata dan bubur matang.
- Cek rasa, tambahkan garam dan gula menurut selera agar rasa seimbang
- Bubur Manado siap disajikan


Pelengkap:
- sambal terasi 
- ikan teri atau ikan jambal roti, digoreng ( saya menggunakan geréh péthék atau ikan asin kapang ) 


HAPPY COOKING ... 

# NOTES : 
- Air kaldu bisa ditambahkan kalau terlihat menyusut dan beras belum lunak 

Saturday, 11 November 2017

SUP MATAHARI / SUNFLOWER SOUP


Pasti banyak yang penasaran sama sup yang satu ini. Di Solo ada beberapa jenis sup dengan rasa yang berbeda, Timlo, Thenkleng dan Sup bening. Nah, sup bening ini juga berbeda-beda penampilannya atau isiannya. Ada sup kobis, sup rambutan, sup penyon, sup lapis, sup galantin, sup makaroni atau sup ndeso dan sup matahari. Yang terakhir ini, yang akan saya bagi resepnya. Dinamakan sup matahari karena penyajiannya mirip bunga matahari. Ada juga yang menyebutnya sup mawar dan sup teratai, tapi yang pasti sih lebih dikenal dengan nama sup manten atau sup pengantin. 

Sup ini memang adanya cuma di Solo dan sering ditemui di acara resepsi pernikahan karena selat dan sup semacam lagu wajib yang harus disajikan sebagai starter di berbagai hajatan. Bagi masyarakat Solo, setiap makanan mengandung filosofi dan ada pakem-pakem yang harus dilaksanakan. Filosofi dari Sup matahari adalah adanya harapan kehidupan setelah pernikahan agar diberikan sinar kemudahan dalam menjalani biduk rumah tangga bagi kedua pasangan yang akan segera menikah. 

Disajikan disebuah mangkuk bulat atau piring berukuran lebar. Tata cara penyajiannya menyerupai bunga matahari, terdapat kelopak bunga yang dibuat dari telur dadar, sedangkan bagian inti atau tengahnya berupa sosis, daging ayam cincang dan berbagai jenis sayuran.

Penjual sup ini banyak banget, termasuk saya ... LoL. Mulai dari kaki lima, hotel bintang lima dan katering. Umumnya sih dikemas diplastik mika lengkap dengan kuahnya. Harganya pun macam-macam, mulai dari Rp. 6000 sampai Rp.13.000. Biasa, hukum makanan yang tidak tertulis, ada harga, ada rasa gitu loh. Sebenarnya udah sering sih bikin sup matahari cuma belum sempat nulis resep dan foto-foto karena udah keburu capek duluan. Jujur aja yakk, karena banyak partikel-partikel zat-nya itu yang bikin saya males. Kebetulan kemarin ada order yang nggak begitu banyak, jadi agak nyantai gitu. Yang pasti kalau bikin sendiri, rasanya lebih enak. Juga sebagai pertanda kalau yang bikin sup ini bakalan segera dadi manten. Just kidding, tapi kalau beneran ya Alhamdulillah ... He he he he. Saya share yaa resepnya. 

Bahan-bahan :

* Kuah Sup :
~ 2.5 liter air
~ 1 potong dada ayam
~ ½ butir bawang bombay, cincang halus
~ 5 siung bawang putih, haluskan 
~ 3 siung bawang merah, haluskan
~ ½ butir pala, potong kecil-kecil
~ 4 butir kapulaga
~ 1 sendok teh merica bubuk
~ 4 sendok teh garam
~ 2 sendok teh gula pasir
~ 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
~ 1 lembar daun bawang, iris kasar
~ 1 untai daun seledri

Cara membuat kuah :
~ Tumis bawang bombay, bawang putih dan bawang merah sampai harum
~ Masukkan air, merica, garam, gula, pala, kapulaga, dada ayam, daun bawang dan seledri, masak hingga matang


* Daging ayam
~ 3 lembar roti tawar, buang kulitnya
~ 1 sendok teh garam, ½ sendok teh merica dan 3 siung bawang putih, haluskan
~ 1 butir telur, kocok 
~ Campurkan semua bahan diatas, uleni hingga rata
~ Bagi adonan menjadi 15 bagian, sisihkan


* Sayuran :
~ 1 buah Sosis sapi, iris tipis / menurut selera 
~ 4 buah wortel, serut dengan parutan keju
~ 1 buah jagung, pipil
~ 100 gram Jamur hitam, rendam 15 menit, rebus, tiriskan dan iris tipis 
~ 100 gram Jamur putih, rendam 15 menit, rebus, tiriskan dan potong kecil-kecil 


* Adonan Kulit :
~ ½ kg telur, kocok hingga rata
~ 150 ml minyak 
~ garam secukupnya. 
~ Campurkan semua bahan, aduk hingga rata, buat dadar tipis ± 15 dadar, sisihkan 

Cara membuat bunga matahari :
~ Ambil satu lembar dadar telur, letakkan satu iris sosis sapi ditengah dadar
~ Tata jamur putih diatas sosis sapi
~ Tata wortel serut dengan cara melingkari jamur putih
~ Lanjutkan dengan jagung pipil dan yang terakhir jamur hitam. 
~ Ambil daging ayam, bentuk bulat, pipihkan dan sesuaikan dengan tatanan sayur, taruh diatasnya.
~ Tutup atau lipat dadar sampai rapat 
~ Kukus selama ± 15 menit


* Penyajian :
~ Letakkan bunga matahari di dalam piring atau mangkuk, gunting bagian atas dadar dengan cara menyilang, tarik dadar keluar, masukkan kuah sup
~ Sup matahari siap disajikan



BON APPETIT .... 



# TIPS :
* Lapisi dasar kukusan dengan daun pisang atau plastik yang sudah dioles minyak goreng agar dadar tidak lengket dan mudah diangkat


Tuesday, 22 August 2017

BIJI KETAPANG ( FRIED COCONUT COOKIES )


Lama nggak berbagi resep ya. Sebenarnya tiap hari acara masak memasak nggak pernah berhenti, tapi karena ada banyak hal jadinya sering tertunda. Harap maklum, sebagai Autoimmune Warrior, mau tidak mau, saya harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi si Mumun ini maunya apa ... LoL. Jadi OOT nih, lanjut ke topik utama ... 

Kue legendaris dari dapur Betawi ini memang muncul dihari-hari istimewa. Bagi orang Betawi, rasanya lebaran tak lengkap tanpa kehadiran kue biji ketapang. Kue yang dibuat dengan cara digoreng ini terasa gurih karena dibuat dari kelapa parut dan santan.

Sebenarnya tidak ada yang tahu persis kenapa kue ini dinamakan Biji Ketapang. Konon kabarnya karena kue ini memang mirip dengan biji pada pohon bunga ketapang yang dahulu banyak ditemukan di pinggir jalan kota Jakarta dimasa lalu. Buah ketapang berbentuk bulat, kulitnya keras dan ujungnya runcing. Jika dibuka isinya berwarna putih seperti Almond. Oleh karena itu dipanggil juga dengan Almond Malabar atau Almond Singapura. Dahulu saat pohon ketapang masih banyak tumbuh di tanah Betawi, Buah ketapang banyak tercecer di jalanan dan sering dipungut untuk dimakan bijinya. Rasanya gurih dan teksturnya renyah. Mungkin karena bentuknya yang mungil, mirip biji inilah yang menyebabkan banyak orang menyebutnya begitu dan menginspirasi terciptanya kue biji ketapang.

Almarhum nenek saya dulu menyebutnya biji ketépang alias biji ketendang karena kue biji ketapang yang dimakan saat itu kerasnya minta ampun, bisa bikin gigi rontok. Entah ada kesalahan dengan cara pembuatannya atau gimana, saya juga tidak tahu, lha wong cuma dikasih saudara dari Jakarta ... LoL.

Untuk membuat resep Biji Ketapang sebenarnya tidak terlalu sulit. Bahan bahannya pun dengan mudah bisa kita dapat di toko-toko atau warung sekitar rumah. Tetapi karena masih banyak yang belum tahu bagaimana cara yang benar dan bahan bahan resep ini, sama kayak yang punya blog ini ... he he he. Tapi itu dulu yakk, sekitar sepuluh tahun yang lalu. Bukan tekstur keras sebenarnya, cuma lebih kearah adonan fritter yang crunchy tapi cepat lembek. Setelah googling berbagai macam resep biji ketapang, akhirnya saya bisa pahami dimana letak kuncinya.

Sayangnya saat ini, kue ini sudah tidak banyak dijual. Umumnya dibuat oleh masyarakat Betawi untuk acara istimewa seperti Lebaran atau acara pernikahan. Biasanya ditaruh dalam stoples berutup dengan hiasan kertas minyak warna-warni. 

Saya tertarik membuat resep kue ini karena penasaran dengan rasanya dan adonannya yang sepertinya bisa diaplikasikan dengan bahan-bahan lain seperti wijen, bumbu spekkoek, coklat, green tea, kopi, mocca dan tiramisu. Tujuannya biar kue jaman dulu yang hampir punah ini agar naik kelas. Dan yang saya buat kali ini masih versi original, ada yang sebagian memakai wijen, tapi resepnya lain kali aja ya, soalnya masih perlu di upgrade ... he he he. Meski saya bukan keturunan Betawi, tapi Biji Ketapang ini nggak kalah kok sama buatan Encing dan Encang. Saya share ya, resepnya ... 

Bahan-bahan :
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 125 gram tepung sagu kanji / tapioka
- 75 gram margarin
- 1 butir telur, kocok
- 75 gram gula pasir
- 1/2 sendok teh garam
- 100 ml santan instan
- 250 gram kelapa parut, sangrai

Cara membuat:
- Campur telur, gula pasir, garam, dan santan instan. Aduk sampai gula larut.
- Masukkan tepung terigu dan kelapa sangrai, aduk sampai tercampur rata. 
- Tambahkan margarin, uleni hingga adonan kalis  tidak lengket ditangan.
- Pulung adonan berbentuk silinder / bulat memanjang, potong atau gunting serong.
- Panaskan minyak di atas api kecil, goreng adonan sampai coklat keemasan, tiriskan.
-Masukkan kedalam stoples kedap udara.

Happy Cooking ... 


# NOTES
- Air bisa ditambahkan sedikit jika adonan belum kalis.
- Jika adonan masih terasa lengket ditangan, bisa ditambahkan tepung sedikit demi sedikit.

Sunday, 2 April 2017

BAKPIA KACANG HIJAU ( MUNG BEAN PASTRY )


Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja ....

Lagu yang dinyanyikan Katon Bagaskara ini secetar membahana makanan khas Yogyakarta, Bakpia Pathok. Bulan lalu saya berkunjung ke rumah bude yang baru saja balik lagi ke Yogya, setelah lama tinggal bersama putra-putrinya di berbagai kota. Yang ada adalah nostalgia masa kecil saya karena pernah tinggal di sana dari TK sampai kelas 5 SD. Suasananya masih tetap sama cuma atmosfirnya aja yang berbeda. Daerah Minomartani yang dulu sepi sekarang telah berubah menjadi metropolitan Bakpia ... he he he. 

Sebenarnya saya kepengin melihat sentra pembuatan Bakpia dan kebetulan teman-teman sekantor bapak saya sekarang banyak yang menjadi juragan Bakpia. Karena waktu yang mepet dan mesti terbagi-bagi, niat itu saya urungkan dulu. Sebagai gantinya, saya browsing dulu resep-resep Bakpia yang beredar di internet. 

Hampir semua orang yang pernah berkunjung ke Yogyakarta mencicipi bakpia. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa sejak jaman dulu kala. Ada lebih dari 100 merek bakpia di Yogya. Masing-masing merek memiliki ciri khas yang unik dan dulu seringnya nih, memakai angka alias nomor rumah, jadi bukan nomor togel yaak ... he he he. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok atau Pathuk, Yogyakarta. Dalam sejarah, Bakpia berasal dari dialek Hokkian, yaitu dari kata "bak" yang berarti daging dan "pia" yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Mengingat masyarakat Jogja cukup banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun diubah menjadi kacang hijau. Seiring dengan berkembangnya jaman dan semakin ketatnya persaingan bisnis makanan, rasa dari bakpia berkembang banyak, ada rasa cokelat, keju, kumbu hijau dan kumbu hitam. 

Di Solo juga ada bakpia, namanya sama, tapi berbeda ukuran, cara pembuatan, teksur dan isiannya, lebih crunchy gitu. Bakpia Jogja lebih lembab dan ukurannya lebih kecil. Resep yang akan saya share kali ini, campuran antara bakpia Jogja dan Bakpia Solo. Kulitnya lebih gurih karena saya membuatnya dengan butter. Kacang hijau kupasnya juga tidak saya blender karena memang sudah empuk. Kesannya jadi kletrek-kletrek gimana gitu kalau diblender. Walaupun dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet, Bakpia ini bisa tahan sampai 5-6 hari dengan kelembutan yang sama, dengan catatan kalau cuma dipajang aja lho yaa, kalau disajikan, nggak ada sehari pun sudah ludes ... he he he. 

Ini pertama kalinya saya buat bakpia setelah browsing. Ada beberapa step yang sengaja saya lompati karena menurut saya cuma bikin rumit resep. Meskipun sudah berhasil bikin Bakpia, saya masih tetep keukeh pengen berguru sama pakar-pakar bakpia di Minomartani. Cara membuatnya tidak sesulit kalau kita membaca resep yang kelihatannya bertele-tele. Apalagi kalau kita pernah membuat phyllo pastry, lebih gampang karena kulit bakpia setipis phyllo pastry cuma dibuat bertumpuk-tumpuk. Lebih enak lagi kalau kita punya mesin pembuat pasta, tanpa perlu kemringet alias bersimbah peluh karena menekan adonan dengan rolling pin. Tekstur kulit yang dihasilkan juga bisa berlapis-lapis tapi tetap lembut. Dalam pembuatan kulit bakpia kali ini, saya menggunakan rolling pin, sedikit berolahraga karena badan saya sudah berasa seperti Kingkong ... LoL. Nggak sia-sia sih, adik dan bapak saya demen banget sama Bakpia ini. Saya share yaa resepnya ...

Bahan isi kacang hijau : 
- 250 gram kacang hijau kupas, rendam selama 1 jam, tiriskan lalu kukus sampai matang, tekan-tekan dengan garpu, sisihkan 
- 200 gram gula pasir
- 1 sendok teh garam
- 100 ml santan kental ( kara atau apa saja )
- 2 lembar daun pandan, potong menjadi 2 bagian

Cara membuat :
-Campur kacang hijau kukus, gula pasir, santan, garam dan daun pandan. Aduk hingga rata. Masak dengan api sedang sampai adonan kering dan kesat. Angkat, dinginkan.

Bahan isian coklat :
- 100 gram tepung terigu protein sedang, sangrai selama 5 menit, dinginkan.
- 25 gram susu bubuk
- 3 sendok makan air es
- 100 gram gula pasir
- 75 gram mentega
- 25 gram coklat bubuk 

Cara membuat : 
-Campur semua bahan isian, aduk sampai rata. 


Bahan Kulit I :
- 125 gr tepung protein sedang 
- 70 gr tepung terigu protein tinggi 
- 2 ½ sendok makan gula pasir 
- 100 ml air mendidih
- 1 sendok teh garam
- 50 ml minyak sayur


Bahan Kulit II :
- 70 gr tepung terigu protein sedang atau all purpose flour
- 25 ml minyak goreng 
- 1 sendok makan mentega


Cara membuat :
- Kulit II : campur semua bahan, aduk rata dan sisihkan. 
- Kulit I : masukan gula ke dalam air mendidih, aduk sampai gula larut. Angkat, dinginkan.
- Campur tepung dan garam, masukkan air gula aduk sampai kalis dan tercampur rata. Tuang minyak sayur sedikit demi sedikit, uleni hingga adonan kalis. 
- Gilas adonan kulit I hingga tipis, ratakan adonan II diatasnya, lipat seperti amplop lalu gilas lagi, lipat seperti amplop lagi lalu gilas, lakukan sampai 3 kali atau lebih, bungkus adonan dengan plastik wrap atau serbet, masukkan ke dalam lemari pendingin selama 1 atau 2 jam.
- Keluarkan adonan, potong-potong menjadi 30 bagian, gilas tipis, lalu isi dengan isian kacang hijau dan coklat, masing-masing 15 bagian.
- Tutup adonan hingga rapat, bentuk bulat, pipihkan
- Panggang pada suhu 180'C selama 30 menit, balik bakpia lalu panggang lagi sampai sisinya berubah warna keemasan, angkat, dinginkan
- Masukkan ke dalam wadah kedap udara
- Bakpia siap disajikan


HAPPY COOKING ... ENJOY YOUR DAY ...


# NOTES :
- Takaran gula bisa ditambah atau dikurangi menurut selera, bisa juga diganti dengan gula diet.
- Mentega bisa diganti dengan margarin. 
- Bila belum pernah membuat phyllo pastry, bagi adonan kulit I dan II masing-masing menjadi 30 bagian, pipihkan adonan I, tumpuk adonan II diatasnya, ratakan, lipat seperti bentuk amplop, gilas tipis, lipat lagi, gilas lagi sampai semua adonan selesai, masukkan bulatan adonan ke dalam wadah, tutup dengan plastik wrap atau serbet, masukkan ke lemari pendingin.
- Untuk mempercepat proses pemanggangan dan mendapatkan tekstur coklat keemasan masing-masing sisi, oven bakpia selama 20 menit, keluarkan, panggang bakpia ke dalam wajan teflon dengan api kecil selama 3 menit, balikkan, panggang 3 menit, angkat, dinginkan. 


# SUMBER : WIKIPEDIA


Saturday, 1 April 2017

BUBUR SUMSUM ( RICE FLOUR PORRIDGE )


Lama nggak nulis resep rasanya agak-agak gimana gitu. Saya mesti undur diri sejenak dari dunia persilatan ... he he he. Harap maklum sebagai Autoimmune Warrior, semua aktifitas yang saya lakukan mesti menyesuaikan dengan kondisi si mumun yang merasuki tubuh saya, kapok kalau flare-up lagi. Mau tidak mau kalau lagi kumat, saya mesti minum obat yang berefek ngantuk dan menaikkan timbangan badan. Yang paling tidak saya sukai kalau mesti berdiam diri alias kerjaannya cuma makan, tidur dan minum obat, nggak ada mikir-mikirnya. Menjalani situasi seperti itu justru malah membuat saya semakin sakit dan terpuruk.  Mesti saya kira-kira sendiri sejauh mana tingkat aktifitas yang bisa saya lakukan karena untuk menidurkan penyakit ini perlu waktu berbulan-bulan dan cukup membuat saya capek lahir batin ... LoL. Jadi ya, harus diam-diam dan pelan-pelan mulai beraktifitas lagi karena bapak, ibu, tante dan sepupu-sepupu saya sering pada ceriwis, mengingatkan. Katanya kalau lagi kambuh, saya nakut-nakutin orang hidup. Piye ta, kok malah OOT jadinya ... he he he.

Lanjut ke bubur sumsum, siapa nih yang tidak mengenal bubur sumsum ? Asal usul dari kuliner yang satu ini juga tidak diketahui dari daerah mana, mengingat kehadirannya cukup luas di seluruh nusantara. Nama bubur sumsum diambil dari penampilannya yang seperti sumsum tulang. Bubur ini sumsum sudah ada sejak nenek buyut saya lahir, lama banget yaa. Bubur yang satu ini menjadi salah satu bubur yang paling familiar di kalangan masyarakat terutama di daerah Jawa Tengah. Bagi yang bukan orang Jawa, jangan ngamuk ya, kalau anda merasa bubur sumsum adalah makanan khas daerah anda. Tapi yang jelas bukan berasal dari Malaysia ataupun Singapura, meskipun disana juga ada.

Saat saya masih kecil, banyak penjual bubur sumsum keliling. Penyajiannya dalam pincuk daun pisang dan memakannya juga dengan suru alias "sendok" dari daun pisang selebar kira-kira 5 cm yang dilipat dua. Kata Nenek saya, di setiap hajatan selalu ada bubur sumsum. Cara pembuatannya mesti dengan tepung beras yang ditumbuk sendiri dan santan kelapa harus yang segar. Itu yang membuat bubur sumsum rasanya mak nyus. Tapi lain dulu lain sekarang yaakk, nggak perlu numbuk karena tepung beras dengan kualitas bagus sekarang mudah ditemui.

Bagi sebagian warga asli Solo, bubur sumsum diartikan sebagai obat penghilang rasa lelah. Dalam tradisi masyarakat Solo, jenang sumsum adalah tombo kesel ( penghilang capek ) sehabis punya hajat besar seperti acara pernikahan. Katanya, Sumsuman atau bubur sumsum ini dipercaya bisa menambah energi. Iyalah, lha wong kalorinya juga lumayan tinggi ... he he he. Bubur sumsum enak dimakan dingin maupun hangat. Di musim dingin makan hangat-hangat. Di musim panas, masukkan dalam lemari es. Bubur sumsum enak juga dimakan bersama teman-temannya pasukan bubur yang lain seperti bubur candil, bubur ketan hitam, bubur kacang ijo, bubur mutiara, biji salak, bubur sagu, bubur kacang merah rebus, jenang grendul, es dawet dan lain-lain.

Meski warna dasarnya putih, tapi rasanya tidak sesederhana warnanya. Rasa tepung beras yang sudah dicampur dengan air pandan dilengkapi dengan cairan gula merah akan lumer di mulut. Membuat sendiri bubur sumsum di rumah bisa menjadi pilihan karena kita bisa memilih bahan-bahannya sendiri yang pastinya lebih bersih dan sehat. Saya akan berbagi resep bubur sumsum yang mudah untuk diaplikasikan sekalipun untuk orang yang sama sekali belum pernah membuatnya. Kesulitannya yang dialami pada umumnya adalah bubur bergerindil. Itu karena kebanyakan tepung beras alias terlalu kental. Karena bubur ini komposisi utamanya adalah air, jangan konyol dengan memblender karena bubur akan cepat encer dan berair. Kalau resepnya pas, dijamin tidak akan printhil-printhil dan tekstur buburnya halus. Kata sepupu saya nih, rasanya juara ... he he he. 

Bahan bubur:
- 3 lembar daun pandan, potong menjadi 2 
- 300 ml air, rebus dengan daun pandan, saring, biarkan dingin
- 100 gram tepung beras
- 700 ml santan dari ½ butir kelapa
- 2 sendok makan gula pasir
- 1 sendok teh garam

Bahan kuah gula:
- 200 g gula merah
- 500 ml air
- ½ sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan, bagi dua

~ Rebus semua bahan hingga gula larut dan mendidih, saring dan biarkan kuah dingin


Cara membuat bubur:
1. Campur tepung beras, santan, air daun pandan, gula pasir dan garam. Aduk rata. 
2. Masak di atas api kecil sambil diaduk terus hingga mendidih dan mengental, sisihkan.
3. Sajikan bubur di mangkuk saji, siram dengan kuah gula.
4. Bubur siap dinikmati hangat ataupun dingin.


HAPPY COOKING ... BON APPETITE



# NOTES :
~ Bagi yang sedang diet, gula jawa bisa diganti dengan gula / gula jawa diet.
~ Kunci dari pembuatan bubur ini adalah proses pengadukan, aduk dari awal sampai bubur mengental dan matang.


Saturday, 31 December 2016

BERAS KENCUR ( AROMATIC GINGER HERBAL DRINK )


Aromatic ginger atau nama botaninya Kaemferia galanga alias kencur sudah banyak dikenal diseluruh pelosok Asia Tenggara. Kencur memiliki rasa dan bau yang unik, semlengér gimana gitu. Minuman beras kencur adalah minuman yang wajib dijual bagi para penjual jamu selain kunyit asam, cabe puyang, temulawak, godong kates atau daun pepaya dan sebagainya. 

Minuman populer ini bahan dasarnya beras dan kencur. Konon kombinasi dari dua bahan ini terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Menurut filosofi Jawa, kencur memiliki kekuatan bernama mancur, yang berarti memperkuat stamina atau memancarkan energi dari dalam tubuh. Seperti kata Mbah Marijan ... rosó ... rosó ... LoL. 

Jamu beras kencur secara tradisional dijual berbentuk cairan segar, baik di pasar-pasar umum atau penjual jamu keliling. Industri jamu juga mengembangkan beras kencur yang dikemas dalam bentuk bubuk instan dan konsentrat atau sirup. Jadi, tinggal diseduh dengan air hangat atau air panas, langsung bisa diminum.

Ibu-ibu Jawa umumnya mengetahui manfaat dari minuman ini khususnya untuk menambah nafsu makan anak-anak, mencegah pilek, mencegah bisul, membantu menghilangkan kelelahan, meningkatkan siklus menstruasi untuk anak gadis, mengurangi pusing, mual, perut kembung dan mengurangi dahak atau sebagai ekspektoran saat terkena batuk. Banyak banget ya manfaat si Kencur ini. Saya pahamnya juga karena diajari nenek saya. Pun dengan lingkungan disekitar saya, kalau soal jamu-jamuan orang Jawa Tengah ahlinya, menjadi Herbalist untuk diri sendiri ... he he he.

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, tapi tetap harus ada dua bahan dasar pokok yaitu beras dan kencur. Yang pasti, sesuai dengan nama dan rasanya. Saya share yaakk ...

Bahan:
- 2 sendok makan beras, rendam semalam atau lebih dari 6 jam.
- 250 gram kencur, kupas, cuci bersih, parut, beri sedikit air, peras.
- 3 ruas jahe, geprak.
- 3 lembar daun pandan, potong menjadi 2 bagian.
- 4 butir gula aren atau gula jawa / 2 tangkup.
- 2 sendok makan asam.
- 1 batang serai.
- 1500 ml air.
- ½ sendok teh garam.

Cara membuat :
- Tiriskan beras, blender dengan sedikit air matang, sisihkan.
- Campur perasan kencur, jahe, daun pandan, gula jawa, asam, serai, garam dan air.
- Aduk hingga semua bahan tercampur rata, rebus hingga air mendidih, angkat dan dinginkan.
- Campurkan kencur dan air beras, aduk hingga semuanya tercampur rata, saring.
- Beras kencur siap disajikan atau dikemas dalam botol


BON APPETITE


# Notes :
~ Campurkan air kencur dan air beras dalam keadaan dingin, kalau dalam keadaan panas, beras bisa menjadi bubur dan air menjadi kental
~ Gula bisa dikurangi atau ditambah, menurut selera. Atau bisa juga diganti dengan gula diet.


Friday, 30 December 2016

RICE FLOUR STEAMED CAKE ( GLUTEN FREE )


Kue lapis adalah salah satu jajanan pasar atau makanan tradisional yang banyak digemari. Kue yang satu ini termasuk dalam golongan kue kukus yang sangat enak. Selain memiliki rasa yang gurih manis, kue basah ini memiliki tekstur yang kenyal. 

Kue gluten free ini banyak dijumpai toko kue, terutama di pasar-pasar tradisional. Lapisan kue ini memiliki perpaduan warna-warni yang menarik seperti merah, putih, hijau, coklat dan kuning sehingga terlihat eye catching. Bahan-bahan yang digunakan pun minimalis dan cara membuatnya sangat mudah.

Jujur nih, ini pertamakalinya saya bikin kue lapis. Ukuran yang saya pakai pun hanya mengandalkan feeling dan daya ingat saat saya masih SD ... he he he. Kebetulan dulu di belakang rumah Nenek saya ada penjual kue lapis yang sangat enak dan keluarga besar saya adalah penggemar berat kue ini, saking enaknya tuh. Apalagi kalau masih anget-anget gitu ... yummy banget. 

Dulu yang sering disuruh membeli kue ini saya dan sepupu saya. Jadinya melihat si mas yang lagi bikin kue lapis ini dan menunggu sampai kue matang. Tapi sepupu saya politiknya lebih pinter, kalau kepengen jajan lagi dia ngajak patungan dan belinya di siang hari soalnya harganya sudah didiskon plus kalau tetangga dikasih tambahan dua potong. Jadi OOT nih kalau ngomongin masa kecil ... LoL. Ok, saya share resepnya ya Buk Ibuk ...

Bahan-bahan :
1. Tepung beras putih 300 gram
2. Tepung sagu kanji / tapioka 100 gram
3. Gula pasir putih 250 gram ( menurut selera )
4. 1300 ml santan kental
5. Daun pandan segar 3 sampai 4 helai daun, potong menjadi 2 bagian 
6. 200 ml air ( untuk merebus pandan )
7. Garam secukupnya
8. Pewarna makanan dengan kualitas baik secukupnya

Cara membuat kue lapis :
1. Siapkan loyang dengan ukuran 20x20 cm, lapisi dasar loyang dengan plastik, olesi dengan minyak goreng
2. Rebus pandan dengan air, sisihkan dan biarkan dingin. 
3. Campur tepung beras, tepung kanji, gula, garam dengan santan, aduk hingga rata.
4. Masukkan air rebusan pandan yang sudah dingin kedalam adonan tepung dan uleni sampai merata.
5. Bagi adonan menjadi tiga bagian, putih, hijau dan oranye  
6. Panaskan kukusan dengan api sedang
7. Masukkan satu lapis adonan ke dalam loyang, kukus selama 10 menit ( adonan tidak lengket ), masukkan adonan dengan warna berikutnya yang berbeda ulangi sampai adonan habis.
8. Kukus hingga adonan matang dan cek dengan lidi tingkat kematangannya.
9. Kue lapis siap dihidangkan. 

HAPPY COOKING ... BON APETITE


Notes : 
* Gula pasir bisa ditambah bagi yang suka rasa manis
* Bagi penderita diabetes atau sedang berdiet, gula pasir bisa diganti dengan gula diet
* Kalau bisa menggunakan pewarna alami seperti warna hijau dari daun pandan, warna kuning dari kunyit, oranye dari wortel atau warna merah dari buah bit.


Wednesday, 30 November 2016

KOLAK UBI ( SWEET COCONUT YAM )


Kolak adalah salah satu jenis makanan khas Indonesia yang terbuat dari berbagai macam bahan dasar seperti pisang, singkong, kolang-kaling, labu, nangka, ubi jalar dan lain-lain. Pada saat bulan Ramadan, makanan ringan berkuah harum ini bertebaran di seluruh pelosok Indonesia. Sudah pasti tidak ada yang tidak mengenal yang namanya kolak ini. 

Umumnya kolak dipadukan dengan santan kelapa manis yang berwarna coklat atau putih. dan menggunakan daun pandan sebagai pengharum. Tukang masak Jawa mana ada yang bisa lepas dari daun pandan dan gula Jawa alias gula kelapa. Entah itu untuk makanan dan minuman. Gue banget tuh ... he he he.

Resep yang akan saya bagi kali ini tentang cara membuat kolak yang terbuat dari bahan dasar ubi. Kolak ubi sangat banyak disukai karena rasa ubinya yang empuk dan juga nikmat dengan rasa manis yang pas. Di Solo kolak ini biasa disebut kolak télo. 

Meskipun kolak yang satu ini hanya berbahan dasar ubi namun anda jangan salah karena ubi ini nanti akan disulap menjadi ubi yang empuk, enak dan manis. Cara membuat kolak ubi ini juga tidaklah sulit cuma ada trik khusus dalam pembuatan kolak ubi ini agar bisa menjadi lebih enak.

Bahan-bahan :
- 500 gram ubi oranye, kukus sampai matang, potong dadu
- 1000 ml santan kelapa
- 100 gram gula pasir / secukupnya menurut selera
- 250 gram gula jawa atau gula aren, sisir halus
- 3 lembar daun pandan, potong menjadi 2 bagian
- Garam secukupnya

Cara membuat :
- Rebus santan kelapa bersama dengan gula pasir, gula jawa, daun pandan dan garam.
- Masukkan ubi rebus, aduk hingga rata.
- Masak hingga kuah mendidih, matikan api. 
- Kolak ubi siap dihidangkan, hangat ataupun dingin ( ditambah es batu ).


Simple and easy ... Have a nice cooking


Wednesday, 23 November 2016

KUNYIT ASAM ( HERBAL DRINK TAMARIND TURMERIC )



Kunir asem atau Kunyit asam adalah minuman manis dan asam bagi para gadis jaman dulu untuk menjaga berat badan agar tetap langsing dan singset. Kunyitnya sendiri juga dipakai untuk luluran dan masker agar kulit tetap halus. Bagi seorang Putri kerajaan, ngadi salira itu nomer satu. Pada saat itu, Keraton adalah pusatnya kuliner dan racik meracik jamu. Bahan-bahan herbal selalu digunakan, entah itu untuk memasak, perawatan tubuh ataupun obat. Tidak heran kalau sekarang banyak pabrik jamu dan kosmetik yang menggunakan resep dari Keraton.

Kunir atau kunyit salah satu rimpang yang sering digunakan untuk obat herbal. Menurut para ahli, kunyit memiliki berbagai zat yang penting bagi tubuh yaitu protein, lemak, karbohidrat, kalium, mineral, pati, fosfor, minyak esensial, kurkumin dan lain-lain. Kunyit Asam adalah kombinasi antara kunir ( kunyit ) dan asem ( asam ) dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh, memperlancar peredaran darah, membuang lemak, menjaga stamina, menyembuhkan sakit perut, mengurangi rasa panas, meredakan bisul dan nyeri pra menstruasi pada wanita. Tapi ... ada tapinya nih, tidak cocok untuk dikonsumsi wanita hamil.

Tujuan saya membuat jamu kunir asem ini bukan untuk menurunkan berat badan, lagi kepengen aja soalnya jamu yang sering lewat sudah terkontaminasi rasa manisnya alias menggunakan sakarin. Tapi kalau berat saya turun, ya bolehlah ... LoL. Resep ini yang ngajarin nenek saya, dulu masih menggunakan alat tradisional seperti lumpang dan alu. Karena dirumah tidak ada lumpang dan nggak mungkin-lah saya memboyong lumpang batu yang segitu beratnya. Jadi si kunyit saya serut dan saya peras airnya. Komentar bapak saya nih, katanya yang ini jamu kunir asem beneran alias nggak abal-abal ... he he he. Cara membuatnya juga gampang banget dan tidak ribet. Saya share yaa ....

Bahan:
- 10 ruas kunyit, kupas, cuci bersih, parut
- 300 ml air
- 4 butir gula aren atau gula jawa
- 5 sendok makan asam
- 400 ml ( untuk rendaman )
- ½ sendok teh garam

 
Cara membuat :
- Rendam asam dengan air, sisihkan
- Campurkan parutan kunyit dan air, peras sampai air habis
- Rebus hingga air mendidih, angkat, dinginkan
- Rebus gula aren dan rendaman asam hingga air mendidih dan gula larut
- Campurkan air kunyit dan air asam, beri sedikit garam
- Kunyit asam manis siap disajikan


 
BON APPETIT